Update: Jumat, 12 Juni 2026

BUMI

PT. Bumi Resources Tbk.

Rp 157
+12.14%
Volume
66.306.597 lot
MA 5
143
MA 20
169
RSI
43.94
High
162
Low
143
Nilai
70/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
4.53%
Support (10d)
126
Resistance (10d)
175
Volume Trend (10d)
-10.1%
Score
70
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-27.31 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (43.9)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 778.754 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BUMI saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 43.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.53%. Area support terdekat berada di sekitar Rp126, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp175.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 70 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 160 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 173 - 181 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 146 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Mass Index: Mengukur Ekspansi Volatilitas untuk Mengidentifikasi Pembalikan

Dalam analisis teknikal, sebagian besar trader berfokus pada arah harga — naik atau turun. Namun, ada indikator yang berfokus pada sesuatu yang berbeda: lebar rentang harga (volatilitas) . Indikator itu adalah Mass Index. Dikembangkan oleh Donald Dorsey pada awal 1990-an, Mass Index dirancang untuk mengidentifikasi potensi pembalikan harga dengan mendeteksi perubahan pola volatilitas. Konsep dasarnya sederhana namun kuat: ketika volatilitas membengkak (melebar) dan kemudian menyusut (menyempit), seringkali harga akan berbalik arah di masa mendekati. Mass Index membantu trader mengukur "massa" atau berat dari pergerakan harga ini. Karakteristik Mass Index Mass Index adalah indikator osilator yang mengukur lebar (range) dari pergerakan harga, bukan arahnya. Indikator ini tidak peduli apakah harga sedang naik atau turun — yang penting adalah seberapa lebar rentang pergerakannya. Ciri-ciri spesifiknya adalah...

Artikel menarik lainnya:

  1. Gravestone Doji: Batu Nisan yang Memperingatkan Kejatuhan Harga
  2. Rounding Top (Dome): Kubah yang Menandai Perlahan Berakhirnya Tren Naik
  3. LDR (Loan to Deposit Ratio): Menakar Likuiditas dan Agresivitas Bank
  4. Rasio Underwriting Profit: Mengukur Kemampuan Inti Perusahaan Asuransi
  5. White Swan: Pola Harmonic Bearish yang Jarang Dikenal
  6. Net Interest Margin (NIM): Barometer Utama Kinerja Saham Bank
  7. Receivable Turnover: Mengungkap Bahaya Piutang Macet di Balik Laporan Keuangan
  8. Unbilled Revenue: Jendela Menuju Pendapatan Masa Depan Konstruksi
  9. Home Bias: Bahaya Terlalu Dominan dengan Saham Dalam Negeri
  10. Negative Volume Index (NVI) dan Positive Volume Index (PVI) – Membaca Cerdas di Hari Sepi

TradingView Chart - BUMI